Minggu, 29 November 2015

Softskill



PENYEBAB TERJADINYA BENCANA ALAM

Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak kita harapkan datangnya. Sebab jika bencana tersebut datang maka akan mampu merusak segala sesuatu yang ada di sekitar kita, bahkan mampu merenggut jiwa manusia. Bencana alam yang mampu menghancurkan suatu daerah yang luas dan menyebabkan kerugian yang besar merupakan proses alami. Namun ada pula yang disebabkan oleh ulah manusia. Secara garis besar, terjadinya bencana alam dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut.

1. Alam
Bencana alam murni penyebab utamanya adalah alam itu sendiri. Contoh bencana alam murni adalah gempa bumi, tsunami, badai atau letusan gunung berapi. Bencana-bencana tersebut bukan disebabkan oleh ulah negatif manusia.

2. Perbuatan Manusia
Bencana alam yang terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Bukan berarti bencana ini dibuat oleh manusia tetapi akibat dari ulah manusia atau dipicu dari perbuatan manusia, seperti penebangan hutan secara liar, penambangan liar, pengambilan air tanah secara berlebihan dan lain-lain. Perbuatanperbuatan tersebut lambat laun akan menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau erosi tanah.







CARA MENGATASI BENCANA ALAM

Berikut hal-hal yang dapat dijadikan pedoman untuk menghadapi terjadinya bencana supaya dapat menghindari adanya korban jiwa.
A.  Bencana Gempa Bumi
            Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.
            1.  Di dalam rumah
                 Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah kebawah meja  untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki  meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebak aran.
            2.  Di sekolah
                 Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.
            3.  Di luar rumah
                 Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau      kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnyakaca-kaca dan papan-papan   reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang   anda bawa.
            4.  Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
                 Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk   dari kpetugas atau satpam.
            5. Di dalam lift
                  Jangan menggunakan lift saat terjadi semua  tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone   jika tersedia.
            6. Di kereta api
                 Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuhseandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari  petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun mengakibatkan kepanikan.
            7. Di dalam mobil
                 Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi  persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari  radio mobil, jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
8. Di gunung/pantai
             Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung, menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran  dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
B. Bencana Banjir Bandang
Yang Harus Dilakukan Saat Banjir.
1.       Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana.
2.       Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.
3.       Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera              mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
4.       Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.

D.  Bencana Tsunami
Penyelamatan diri saat terjadi tsunami
Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat kepantai. Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban
.
E. Bencana Gunung Berapi
            Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif, sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.

Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi
1.       Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
2.       Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.
3.       Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang atau jaket, celana panjang, topi dan lainnya.
4.       Jangan memakai lensa kontak.
5.       Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.
6.       Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.
Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi
1.       Jauhi tempat aliran sungai, kemungkinan akan terjadi banjir lahar dingin dan batu-batu besar.
2.       Jauhi wilayah yang terkena hujan abu.
3.       Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.
4.       Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin.





KABUT ASAP DIKALIMANTAN DAN SEKITARNYA

·         Kabut asap di Kalimantan dan sekitrarnya termasuk dalam bencana alam atau bukan ?
Merurut pendapat saya, Kejadian Kabut asap di Kalimantan termasuk dalam bencana alam yang disebabkan oleh perbuatan manusia.
·         Apa pendapat kalian terhadap peristiwa tersebut ?
Kabut asap di Kalimantan terjadi akibat terbakarnya hutan dan lahan akibat tangan jahil nya manusia yang menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan warga disejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Jumlah warga kota Banjarmasin dan warga dibeberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang harus menerima dampak buruk kabut asap akibat dari terbakarnya hutan dan lahan terus meningkat.
·         Apa yang dapat dilakukan dalam mengatasi Kabut asap di Kalimantan
Mengingatkan kepada para pengusaha yang ingin membuka lahan dihutan supaya jangan merusak alam. Kalau perlu pemerintah bertindak tegas dalam kepada siapa saja yang berani membakar hutan supaya dikasih tindak pidana agar ada efek jera. Dan tidak merusak alam lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar